Upacara Bendera di SMAN 1 Glagah, Ajak Siswa Jaga Martabat Orang Tua Lewat Prestasi dan Akhlak

SMAN1GLAGAH.SCH.ID – SMAN 1 Glagah menggelar upacara bendera pada Senin, 3 Agustus 2026, di lapangan upacara sekolah. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan tersebut berlangsung tertib dan penuh khidmat sebagai bagian dari pembinaan karakter peserta didik.

Upacara dimulai pukul 06.45 WIB dengan rangkaian kegiatan yang meliputi pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, amanat pembina upacara, serta ditutup dengan doa bersama.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Anang Basarodin, S.Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, ia menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya menjaga kehormatan orang tua melalui perilaku, prestasi, dan akhlak yang baik.

Bapak Anang Basarodin saat menyampaikan amanat pembina upacara. (Foto: Humas)
Bapak Anang Basarodin saat menyampaikan amanat pembina upacara. (Foto: Humas)

Untuk mengawali amanatnya, Bapak Anang mengisahkan sebuah peristiwa saat prosesi wisuda di sebuah universitas. Ia menceritakan seorang lulusan terbaik yang mengajak kedua orang tuanya naik ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan mereka.

Dalam kisah tersebut, sang ayah bekerja sebagai buruh kasar, sementara ibunya merupakan pedagang sayur. Kehadiran keduanya di atas panggung mendapatkan penghormatan dari seluruh hadirin, bahkan rektor universitas turun langsung memberikan salam hormat kepada mereka.

Menurut Bapak Anang, kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa martabat dan kehormatan orang tua dapat terangkat melalui keberhasilan serta perilaku baik seorang anak.

“Martabat, kehormatan, dan kebanggaan orang tua sangat bergantung pada perilaku dan pencapaian anaknya,” tegasnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia mengingatkan bahwa orang tua setiap hari bekerja keras demi memberikan kesempatan terbaik bagi anak-anaknya untuk memperoleh pendidikan. Karena itu, para siswa diharapkan mampu membalas pengorbanan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan menjaga nama baik keluarga.

Dalam amanatnya, Bapak Anang juga mengajak peserta didik untuk menyadari bahwa setiap tindakan yang dilakukan seorang anak akan berdampak pada citra orang tua di mata masyarakat. Ketika seorang anak melakukan pelanggaran seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun membolos sekolah, orang tua sering kali menjadi pihak pertama yang menerima penilaian negatif dari lingkungan.

Sebaliknya, prestasi akademik maupun nonakademik serta sikap santun terhadap guru, teman, dan masyarakat akan menjadi sumber kebanggaan yang mengangkat derajat keluarga.

Sebagai bentuk motivasi, Bapak Anang menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh siswa. Pertama, belajar dengan sungguh-sungguh bukan hanya demi memperoleh nilai yang baik, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras orang tua. Kedua, menjaga etika dan akhlak di mana pun berada karena setiap perilaku mencerminkan nama baik keluarga. Ketiga, menjauhi lingkungan maupun pergaulan negatif yang berpotensi merusak masa depan dan kehormatan orang tua.

Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh peserta didik berjanji dalam hati untuk menjadi anak yang mampu membanggakan kedua orang tua melalui prestasi, karakter yang baik, dan akhlak mulia.

“Jadilah anak yang kelak akan membuat orang tua kalian menangis karena bangga. Angkat martabat mereka melalui prestasi dan akhlak mulia kalian,” pesannya.

Rangkaian upacara ditutup dengan pembacaan doa dan berlangsung dengan lancar hingga selesai. Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Glagah terus berkomitmen menanamkan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang berintegritas, berakhlak mulia, serta mampu menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.***

Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd

Bagikan :

WeCreativez WhatsApp Support
Assalamualaikum....