Siswa SMAN 1 Glagah Lolos Seleksi Final Sakura Science 2026, Yusril Ihsan Siap Bawa Nama Indonesia ke Jepang

SMAN1GLAGAH.SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 1 Glagah, Banyuwangi di kancah internasional. Yusril Ihsan Adinatanegara, siswa kelas XI-1, berhasil lolos seleksi final Sakura Science High School Program (SSHP) Academic Experience Course Tahun 2026 dan berkesempatan mewakili Indonesia dalam program pertukaran sains di Jepang.

Kepastian tersebut berdasarkan surat pengumuman Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nomor 1594/B/H3/PN.03/2026 tentang Peserta Lolos Sakura Science High School Program (SSHP) Academic Experience Course Tahun 2026.

Yusril menjadi salah satu dari lima siswa yang dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut. Jika tidak ada perubahan, program akan dilaksanakan pada 1–7 November 2026 di Jepang.

Capaian ini menjadi semakin istimewa karena Sakura Science High School Program merupakan program internasional yang diselenggarakan oleh Japan Science and Technology Agency (JST). Program tersebut dirancang untuk mempertemukan pelajar berprestasi dari berbagai negara dengan lingkungan sains dan teknologi Jepang.

Menurut informasi resmi JST, SSHP mengundang siswa sekolah menengah berprestasi dan guru pendamping dari luar Jepang, terutama negara-negara Asia, untuk mengikuti program selama sekitar satu pekan. Peserta mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan sains dan teknologi sekaligus mengenal budaya Jepang.

Rangkaian kegiatan SSHP antara lain dapat mencakup pembelajaran bersama ilmuwan, kunjungan ke universitas dan lembaga penelitian terkemuka Jepang, interaksi dengan siswa sekolah menengah Jepang, serta pengalaman mengenal kebudayaan Jepang.

JST mencatat bahwa sejak 2014 hingga 2024, sebanyak 6.841 siswa SMA telah mengikuti SSHP dalam 67 program. Lebih dari 90 persen peserta dalam survei setelah program menyatakan keinginan untuk kembali mengunjungi Jepang.

Bagi Yusril, kesempatan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar di luar negeri, tetapi juga menjadi momentum untuk membawa nama SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Indonesia dalam forum pendidikan dan sains internasional.

Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T., mengaku bangga atas capaian yang diraih Yusril. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama proses pendidikan dan pembinaan yang dijalani Yusril.

“Kami sangat bangga atas capaian yang diraih Yusril. Keberhasilan ini merupakan prestasi yang luar biasa, bukan hanya bagi Yusril secara pribadi, tetapi juga bagi keluarga besar SMAN 1 Glagah, Kabupaten Banyuwangi, dan tentunya Indonesia. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan membantu proses Yusril hingga sampai pada tahap ini, khususnya Bapak dan Ibu Guru yang selama ini dengan penuh dedikasi memberikan pendampingan dan pembinaan,” kata Bapak Abdullah, Jumat (14/08)

Bapak Abdullah berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SMAN 1 Glagah untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengikuti berbagai ajang prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kami berharap Yusril dapat mengikuti program ini dengan sebaik-baiknya, menyerap sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman selama berada di Jepang, kemudian membagikan pengalaman tersebut kepada teman-temannya di sekolah. Semoga capaian Yusril dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SMAN 1 Glagah bahwa dengan kerja keras, disiplin, semangat belajar, dan dukungan yang baik, mereka juga memiliki kesempatan untuk berprestasi hingga tingkat internasional,” ujarnya.

Ia juga berharap Yusril dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya sehingga mampu membawa nama baik sekolah, Banyuwangi, dan Indonesia.

“Kami ingin prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswa lainnya untuk terus berani bermimpi dan berusaha mencapai prestasi terbaiknya. Kami akan terus mendukung dan memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Semoga Yusril dapat membawa nama baik SMAN 1 Glagah, Banyuwangi, dan Indonesia di kancah internasional,” tuturnya.

Lolosnya Yusril dalam seleksi final Sakura Science 2026 menambah panjang catatan prestasi internasional yang diraihnya pada tahun ini. Sebelumnya, Yusril menjadi bagian dari delegasi Indonesia pada International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok. Ia berhasil mempersembahkan medali perunggu (Bronze Medal) untuk Indonesia.

Data resmi penyelenggara IMO 2026 mencatat Yusril Ihsan Adinatanegara dari Indonesia meraih medali perunggu dengan skor 16. Prestasi tersebut juga dikonfirmasi oleh Kemendikdasmen. Pada IMO 2026 yang berlangsung di Shanghai pada 10–21 Juli 2026, delegasi Indonesia berhasil meraih empat medali perunggu dan satu Honorable Mention.

Jauh sebelum bertanding di Shanghai, nama Yusril telah tercatat dalam pembinaan calon delegasi IMO 2026. Puspresnas memasukkan Yusril sebagai salah satu peserta pembinaan tahap II IMO yang berlangsung pada Maret 2026. Dalam daftar tersebut, ia tercatat sebagai siswa SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi.

Dengan capaian di IMO dan keberhasilannya lolos seleksi final Sakura Science High School Program, Yusril kini memiliki kesempatan kembali membawa nama Indonesia ke panggung internasional. Perjalanan tersebut sekaligus menjadi gambaran bagaimana konsistensi dalam bidang akademik, khususnya matematika dan sains, dapat membuka kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman pendidikan berskala global.

Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd

Bagikan :