SMAN1GLAGAH.SCH.ID – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Banyuwangi. Siswa kelas XI SMAN 1 Glagah, Yusril Ihsan Adinatanegara, berhasil membawa pulang medali perunggu dalam ajang bergengsi International Mathematical Olympiad (IMO) 2026 yang berlangsung di Shanghai, Tiongkok.
Keberhasilan Yusril menjadi bukti bahwa pelajar asal Banyuwangi mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dan bersaing dengan peserta dari berbagai negara dalam kompetisi matematika tingkat internasional.
Yusril dijadwalkan kembali ke Banyuwangi pada Selasa (22/7/2026) melalui Bandara Banyuwangi. Kepulangannya akan disambut oleh keluarga besar SMAN 1 Glagah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan dan prestasi yang telah ia raih.
Sebagai bentuk penghargaan, pihak sekolah telah mempersiapkan agenda penyambutan khusus, termasuk arak-arakan untuk menyambut kedatangan Yusril.
Momen tersebut menjadi simbol kebanggaan bagi SMAN 1 Glagah atas keberhasilan salah satu siswanya membawa nama sekolah, Banyuwangi, Jawa Timur, hingga Indonesia di panggung dunia.
Kepala SMAN 1 Glagah Abdullah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang diraih oleh anak didiknya. Menurutnya, medali perunggu IMO 2026 memiliki makna lebih luas karena menjadi kebanggaan bersama.
“Alhamdulillah, selamat dan sukses untuk Yusril Ihsan Adinatanegara yang berhasil meraih Bronze Medal IMO 2026 di Shanghai, China. Terima kasih kepada seluruh bapak, ibu, dan anak-anak atas doa serta dukungannya. Prestasi ini menjadi kebanggaan Indonesia, Jawa Timur, Banyuwangi, dan SMAN 1 Glagah,” ujar Bapak Abdullah.
Abdullah menjelaskan, keberhasilan Yusril meraih medali perunggu dalam IMO 2026 tidak didapatkan secara mudah. Prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan berbagai tahapan seleksi, pembinaan, serta latihan intensif.
Berbagai persiapan dilakukan agar Yusril mampu menghadapi persaingan dengan para peserta terbaik dari berbagai negara. Kerja keras dan konsistensi selama proses pembinaan akhirnya membuahkan hasil melalui pencapaian di kompetisi matematika dunia tersebut.
Menurut Bapak Abdullah, penyambutan yang dilakukan sekolah menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan perjuangan Yusril selama mengikuti rangkaian kompetisi.
“Selain menjadi kebanggaan sekolah, prestasi ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya agar terus mengembangkan kemampuan, percaya diri, dan berani bersaing di tingkat internasional,” kata Bapak Abdullah.
Capaian Yusril Ihsan Adinatanegara turut mencatatkan sejarah bagi SMAN 1 Glagah. Dalam tiga tahun terakhir, sekolah yang memiliki semboyan “Widyamitra Naratama” ini, telah berhasil mengoleksi dua prestasi dari ajang olimpiade internasional tingkat dunia.
Sebelum Yusril meraih medali perunggu IMO 2026, siswa SMAN 1 Glagah lainnya, Naufal Hafidz Sayyidina Hawari, lebih dahulu mencatat prestasi pada Olimpiade Kebumian Internasional 2023 yang berlangsung di India.
Setelah mengukir prestasi tersebut, Noufal kini melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).***
(Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd)





