Raih Bronze Medal, Siswa SMAN 1 Glagah Harumkan Nama Indonesia di Kancah Dunia dalam Ajang IESO 2023

0
259

Penulis: Mohammad Syahid Satria (Guru Sejarah Indonesia)

    SMAN 1 Glagah, Banyuwangi – Prestasi membanggakan datang dari perwakilan Indonesia dalam ajang International Earth Science Olympiad (IESO) ke-16 yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 20-26 Agustus 2023 di India. Delapan siswa yang mewakili Indonesia dalam kompetisi bergengsi ini berhasil membawa pulang penghargaan yang membanggakan.

     Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia (TOIKI) yang terdiri dari delapan siswa berbakat tampil gemilang di IESO 2023. Mereka adalah Naufal Hafidz Sayyidina Hawari dari SMAN 1 Glagah Banyuwangi, Kevin Andreas dari SMA Darma Yudha Pekanbaru, Muhammad Nabhan Dzaki Aufar dari SMA Al-Kautsar Bandar Lampung, dan Ammara Shifa Andini dari MAN 2 Kota Malang. Serta, Celline Tania Wijaya dari SMA Kristen Petra 2 Surabaya, Felicia Ovelia Kurniawan dari SMA Kristen Immanuel Pontianak, Reyhan Adhiguna Pamungkas dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta, dan Saifurrohman Ar Robbani dari MAN Insan Cendekia Pasuruan.

         Para siswa yang mewakili Indonesia pada kompetisi ini merupakan siswa terbaik hasil seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Ilmu Kebumian tahun 2022. Mereka telah melewati serangkaian seleksi ketat mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, hingga seleksi nasional melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puspresnas. Selanjutnya, mereka menjalani persiapan intensif dan seleksi lanjutan sebanyak tiga kali untuk menjadi perwakilan Indonesia di ajang IESO.

      Pada ajang IESO tahun 2023, para siswa berkumpul di kota Yogyakarta untuk mengikuti pelaksanaan IESO secara daring dengan didampingi Team Leader yaitu Dr D Hendra Amijaya (Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada), Dr Ichsan Ibrahim (STMIK Indonesia Mandiri Bandung), Zadrach Dupe, MSi (Tim Olimpiade Ilmu Kebumian Indonesia), dan Ir Warsito Atmodjo, (Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Diponegoro).

       Hasilnya, Tim TOIKI berhasil membawa pulang Bronze Medal (Medali Perunggu) dalam ajang bergengsi yang diikuti oleh 29 negara ini. Kepala SMAN 1 Glagah, Abdullah, S.Pd., M.T., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi gemilang yang diraih oleh Naufal Hafidz Sayyidina Hawari dan rekan-rekannya. “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur karena siswa kami telah berhasil meraih prestasi di tingkat internasional dalam event olimpiade yang memiliki proses seleksi yang sangat ketat. Proses mereka dimulai dari OSN tingkat Kabupaten hingga pelatnas tahap 3 dan akhirnya menjadi delegasi Indonesia dalam IESO 2023,” kata Abdullah.

     “Selamat dan terima kasih atas persembahan Medali Perunggu bagi Tim Indonesia. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Naufal Hafidz Sayyidina Hawari dan kepada guru pembimbing yang telah memberikan dukungan dan bimbingan yang luar biasa. Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya untuk terus berjuang dan meraih prestasi gemilang,” imbuhnya. Perlu diketahui, IESO merupakan sebuah ajang kompetisi tahunan yang menguji siswa-siswa pra-perguruan tinggi di bidang ilmu kebumian. Kompetisi ini mencakup berbagai aspek ilmu kebumian, termasuk geosfer (geologi dan geofisika), hidrosfer (hidrologi dan oseanografi), atmosfer (meteorologi dan klimatologi), serta astronomi (sains keplanetan).

    Ajang IESO terdiri dari beberapa tahapan tes utama, seperti Earth Science Project (ESP), yang memungkinkan siswa untuk memperlihatkan pemahaman mereka tentang topik-topik ilmu kebumian melalui proyek penelitian. Selanjutnya, terdapat tes individual yang disebut Data Mining Test, di mana siswa diuji dalam kemampuan mereka untuk mengolah data ilmiah dan menyusun kesimpulan dari data tersebut. Selain itu, ada tes kelompok seperti National Team Field Investigation (NTFI), di mana siswa harus melakukan penelitian singkat yang didasarkan pada data yang mereka kumpulkan secara langsung di lapangan.