Bank Indonesia Goes To School, SMAN 1 Glagah Jadi Tuan Rumah kegiatan “Sekolah SIAP QRIS dan ToT CBP Rupiah”

0
179
Siswa sedang mencoba melakukan transaksi menggunakan QRIS

Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd

Banyuwangi – SMAN 1 Glagah menjadi tuan rumah kegiatan “Sekolah SIAP QRIS dan ToT CBP Rupiah” yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember, pada Senin (06/05) di Aula SMAN 1 Glagah. Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Pendidikan Nasional ini dihadiri oleh perwakilan siswa dari, SMAN 1 Glagah, SMAN 1 Genteng, SMKN 1 Banyuwangi, dan SMKN 1 Glagah.

Turut hadir juga Bapak Gunawan (Kepala Bank Indonesia Jember), Bapak Ridholi (Kepala Bank Jatim Banyuwangi), Bapak Uzha Giri Wimbara, (Perwakilan dari Bakorwil 5 Jawa Timur), Bapak Ahmad Jaenuri, S.Pd., M.Pd (Kepala Cabang Dinas Banyuwangi), Kepala Sekolah SMAN 1 Glagah, Bapak Abdullah, S.Pd., M.T., serta Kepala Sekolah SMAN 1 Genteng, SMKN 1 Banyuwangi, dan SMKN 1 Glagah.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz M. Haris Setiyawan, S.Pd.i. Selanjutnya sambutan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember, Bapak Gunawan yang menjelaskan tujuan diadakannya sosialisasi ini, untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) serta mendukung konsep Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah di kalangan pelajar Se-Karesidenan Besuki dan Lumajang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Bapak Ahmad Jaenuri, M.Pd juga turut memberikan sambutan, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya acara ini. Lalu dilanjutkan dengan pemberian cinderamata dari Bank Indonesia kepada pihak SMAN 1 Glagah.

Masuk pada inti acara yakni Sosialisasi tentang penggunaan QRIS dan konsep CBP rupiah oleh Tim BI. Materi tersebut mencakup pemahaman tentang penggunaan QRIS untuk transaksi nontunai, konsep CBP Rupiah, serta cara mengenali keaslian uang rupiah dengan metode 3D (dilihat, diterawang, diraba) dan merawat uang dengan prinsip 5J (jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, jangan dibasahi).

Selain itu, para peserta juga diberikan informasi tentang pentingnya kebanggaan dalam menggunakan rupiah sebagai alat pembayaran, bijak dalam transaksi, dan tata cara penukaran uang melalui platform digital seperti website Pintar.

Bank Indonesia, sebagai bank sentral, terus mengembangkan inovasi dalam sistem pembayaran, termasuk digitalisasi melalui QRIS. Meskipun telah memiliki sekitar 30 ribu merchant pada tahun 2023 dengan total volume transaksi mencapai lebih dari Rp 64 miliar, BI berkomitmen untuk terus memperluas penggunaan QRIS, termasuk melalui kemitraan dengan pihak sekolah.

Setelah sesi sosialisasi selesai, para peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk bertanya, sehingga suasana forum lebih hidup lagi. Hal ini dibuktikan dengan keaktifan para peserta yang mengajukan beberapa pertanyaan. Kegiatan ditutup dengan foto bersama, sholat zuhur bersama, dan ramah tamah antarpeserta.***