Aktivitas Ekstrak Daun Tanaman Bunga Terompet (Allamanda cathartica L.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes Aegypti

0
477

Banyuwangi – Dua siswa SMAN 1 Glagah bernama Shofi Anggraini Rahmaningtyas (XI IPA 5) dan Sophia Azahra (XI IPA 1) mengikuti OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Nasional) tahun 2023 yang digelar oleh Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional).

Dalam OPSI 2023, Shofi dan Sophia mengajukan penelitian dengan judul “Aktivitas Ekstrak Daun Tanaman Bunga Terompet (Allamanda cathartica L.) terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Aedes Aegypti“. Adapun isi dari penelitian tersebut adalah sebagai berikut:

PENDAHULUAN

Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan kasus DBD yang signifikan dari 92 kasus pada tahun 2021, menjadi 512 kasus dengan kematian hingga 12 orang pada tahun 2022 (Sumarsono, 2022). Menurut Utama et al. (2019), penyakit DBD disebabkan oleh virus dengue dan salah satunya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Sebagai upaya pengendalian vektor DBD, masyarakat masih bergantung pada larvasida sintetik temelos (Pratiwi. 2012). Sedangkan penggunan larvasida sintetik berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia (Nugroho, 2011). Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya alternatif lain diantaranya dengan penggunaan larvasida alami. (Laksono et al., 2022). Salah satunya tanaman yung berpotensi sebagai larvasida alami adalah daun tanaman A. cathartica L. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas larvasida serta menentukan dosis yang efektif terhadap mortalitas larva nyamuk A. Aegypti.

METODE

HASIL PENELITIAN

Data hasil penelitian perlakuan ekstrak daun tanaman bungs A. cathartica L terhadap mortalitas larva nyamuk A. aegypti dengan waktu pengamatan 12 dan 24 jam.

Tabel 1. Mortalitas larva Aedes aegypti setelah perlakuan 12 jam dan 24 jam

Keterangan: T1-T2: waktu pengamatan 12 dan 24 jam, U1-U3: ulangan perlakuan ke 1-3

Berdasarkan data hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun tanaman bunga A. cathartica L. dengan waktu perlakuan yang semakin lama dapat meningkatkan kematian larva nyamuk, hal tersebut menunjukkan bahwa konsentrasi perlakuan berbanding lurus dengan konsentrasi senyawa larvasida yang terlarut. Disisi lain semakin lama paparan Larvasida ekstrak daun tanaman A. cathartica L. meningkatkan kontak senyawa metabolit yang berpotensi sebagal larvasida. Adapun senyawa metabolit yang berpotensi sebagai larvasida dalam daun tanaman A. rathartica L yaitu alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin (Nugroho et al. 2019)

Berdasarkan hasil analisis data uji anova khususnya pada pengamatan 12 jam menunjukkan P (0,000) lebih kecil dari a=0.05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat ekstrak tumbuhan dan bunga terompet emas (Allamanda cathartica L.) berpengaruh terhadap mortalitas nyamuk A. aegypti. Selanjutnya dilakukan uji Duncan didapatkan sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Uji Duncan

Berdasarkan uji Duncan perlakuan K- dan P1 tidak berbeda nyata, perlakuan P1 hingga P4 dan K+ berbeda nyata.

REFERENSI

Laksono, Faleryan Wisnu, Noor Lally Sebthiana Sari, Salsabila Salsabila, and Laeli Kurniasari, 2022. Pengaruh Insektisida Alami Ekstrak Daun Jelatang (Urtica dioica L) Terhadap Mortalitas Larva Aedes Aegypti. In Prosiding Sains Nasional Dan Teknologi, 1-8 http://doi.org/10.36400/psnst.v12i1.7136

Nugroho, Arif Dwi. 2011. Kematian Larva Aedes Aegypti Setelah Pemberian Abate Dibandingkan Dengan Pemberian Serbuk Serai. Jurnal Kesehatan Masyarakat 7 (1): 91-96.

Pratiwi. Ameliana 2012. Penerimaan Masyarakat Terhadap Larvasida Alami Jurnal kesehatan masyarakat 8(1): 88-90.

Sumarsono. 2022. Tahun 2022, Angka DBD Di Banyuwangi 512 Каsus. https://www.rri.co.id/kesehatan/117912/tahun-2022- angka-dbd-di-banyuwangi-tembus-512-kasus (April 11, 2023).

Utama, Made Susila et al. 2019. Dengue Viral Infection in Indonesia: Epidemiology. Diagnostic Challenges, and Mutations from an Observational Cohot Study. PLoS Neglected Tropical Diseases 13(10): 1-19.

Editor: Mohammad Syahid Satria, S.Pd (Guru Sejarah)