SMAN1GLAGAH.SCH.ID – SMAN 1 Glagah kembali menggelar upacara bendera rutin pada Senin (27 April 2026) di lapangan upacara tengah sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI, Kepala Sekolah, dewan guru, serta staf tata administrasi sekolah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ibu Ayu Fitri Wahyuni K, S.Pd, guru mata pelajaran Sejarah, menyampaikan amanat yang relevan dengan kehidupan siswa saat ini, yakni tentang penggunaan handphone (HP) secara bijak di era digital.
Upacara dimulai pukul 06.30 WIB dengan petugas dari anggota Paskibra SMAN 1 Glagah. Rangkaian kegiatan berlangsung tertib, diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, hingga amanat pembina upacara.

Dalam amanatnya, Ibu Ayu mengajak siswa untuk merenungkan peran handphone dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa meskipun HP merupakan “jendela dunia” yang memudahkan akses informasi dan komunikasi, penggunaannya yang tidak bijak justru dapat menjauhkan seseorang dari lingkungan sekitarnya.
“Kita tidak bisa memungkiri bahwa HP memudahkan banyak hal. Namun, tanpa disadari, benda kecil ini juga bisa menjauhkan kita dari orang-orang yang ada di dekat kita,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kebijakan sekolah terkait pembatasan penggunaan HP selama kegiatan belajar. Menurutnya, aturan tersebut bukan bertujuan membatasi kebebasan siswa, melainkan justru untuk membantu mereka lebih fokus dan hadir secara utuh dalam proses pembelajaran.

“Aturan ini bukan untuk mengekang, tetapi untuk membebaskan kalian dari gangguan yang menghambat konsentrasi dan interaksi sosial,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ibu Ayu mengajak siswa untuk memanfaatkan masa SMA sebagai momen berharga dalam membangun relasi dan pengalaman nyata. Ia menekankan pentingnya interaksi langsung, seperti berbincang dengan teman, berdiskusi dengan guru, serta menikmati suasana lingkungan sekolah tanpa ketergantungan pada layar.
“Masa SMA adalah masa yang indah. Jangan sampai hanya dihabiskan dengan menunduk pada layar,” pesannya.

Menurutnya, siswa tidak hanya dituntut untuk cerdas secara digital, tetapi juga harus memiliki kecerdasan sosial dan emosional. Ia berharap siswa mampu menjadi generasi yang mengendalikan teknologi, bukan sebaliknya.
Upacara berlangsung dengan tertib hingga selesai pada pukul 07.25 WIB, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran seperti biasa.
Melalui kegiatan ini, SMAN 1 Glagah berharap dapat terus menanamkan nilai kedisiplinan, kesadaran digital, serta pentingnya interaksi sosial di kalangan siswa, sebagai bekal menghadapi tantangan di era modern.***
Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd





