SMAN1GLAGAH.SCH.ID – SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, menggelar upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur pada Senin (12/10/2026). Berlangsung khidmat di lingkungan sekolah, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme, persatuan, dan kontribusi generasi muda bagi kemajuan daerah.
Upacara diikuti oleh seluruh guru, tenaga administrasi sekolah, serta siswa-siswi SMAN 1 Glagah. Kepala SMAN 1 Glagah, Bapak Abdullah, S.Pd., M.T., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat mengenai perjalanan panjang Jawa Timur dan tantangan pembangunan di masa depan.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Jawa Timur Bangkit Maju Berkelanjutan”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui penguatan persatuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dalam amanatnya, Bapak Abdullah merefleksikan perjalanan Jawa Timur sejak terbentuk pada 1945 hingga berkembang menjadi salah satu provinsi penting dalam menopang pembangunan nasional.

Ia mengibaratkan usia 81 tahun sebagai fase kematangan yang mencerminkan pengalaman, kebijaksanaan, dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Perjalanan ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari petani di kawasan Mataraman hingga para pelaut dan pekerja di sepanjang pesisir utara Jawa Timur, seluruhnya memiliki peran dalam menggerakkan kehidupan sosial dan perekonomian daerah,” ujar Bapak Abdullah.
Keberagaman potensi wilayah dan profesi tersebut menjadi salah satu kekuatan Jawa Timur dalam membangun daerah sekaligus berkontribusi bagi Indonesia. Bapak Abdullah menekankan tiga makna penting yang perlu menjadi perhatian seluruh warga sekolah dalam memaknai Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.

Pertama, Jawa Timur merupakan gambaran keberagaman Indonesia. Masyarakatnya memiliki latar belakang suku, agama, budaya, dan tradisi yang beragam. Kerukunan di tengah perbedaan menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan daerah.
Nilai tersebut, menurut pesan yang disampaikan dalam amanat upacara, juga relevan diterapkan di lingkungan sekolah. Para siswa perlu membangun sikap saling menghormati, menghindari diskriminasi, serta menjaga kebersamaan agar perbedaan tidak menjadi penghalang untuk berprestasi.
Kedua, Jawa Timur memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai krisis, termasuk pandemi dan gejolak ekonomi global. Ketahanan pangan, kekuatan masyarakat, serta lingkungan sosial yang kondusif menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan dan aktivitas ekonomi.
Ketangguhan tersebut perlu terus dipelihara melalui kerja sama pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Ketiga, pembangunan berkelanjutan menjadi kebutuhan penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Penguatan ekonomi hijau, transformasi digital, serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak perlu berjalan beriringan.
Dalam konteks pendidikan, pesan ini menegaskan pentingnya mempersiapkan siswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang kuat, keterampilan digital, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Sebagai lembaga pendidikan, SMAN 1 Glagah memiliki peran dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan Jawa Timur. Semangat bangkit, maju, dan berkelanjutan dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang berkualitas, pengembangan inovasi, peningkatan prestasi siswa, serta pembiasaan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebangsaan,” kata Bapak Abdullah.

Para siswa juga diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak, terus meningkatkan kompetensi, dan menumbuhkan kepedulian terhadap persoalan sosial maupun lingkungan.
Pendidikan yang berkualitas menjadi salah satu fondasi penting agar generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan kembali tanggung jawab sekolah dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi perubahan zaman,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, Abdullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejuang pendahulu, seluruh lapisan masyarakat, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang telah berkontribusi menjaga kondusivitas Jawa Timur.
Ia juga mengajak keluarga besar SMAN 1 Glagah menjadikan momentum peringatan hari jadi provinsi sebagai sarana introspeksi dan motivasi untuk terus melakukan perbaikan.
“Semangat pembangunan, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Di antaranya dengan bergandengan tangan dalam upaya mengentaskan kemiskinan, meningkatkan akses dan jenjang pendidikan anak-anak, serta menjaga kelestarian lingkungan,” pungkasnya.***
Penulis: Mohammad Syahid Satria, S.Pd





